16 Oktober 2011

The Unborn Child [2011]

Nggak cuma Indonesia, di Thailand juga tengah marak praktek aborsi ilegal. Puncaknya terjadi ketika ditemukan 2002 janin tak berdosa hasil ‘perbuatan keji’ para pendosa di sebuah kuil, di negeri gajah putih tersebut. Terlebih ketika ada pengakuan dari seorang wanita yang merasa dihantui oleh bayi yang dibuangnya. Nggak heran jika akhirnya sineas Thailand tergerak membuat sesuatu berdasar fakta yang berkembang dalam media film.

Poj Arnon selaku penulis skenario dan sutrdara membagi The Unborn Child atau 2002 Unborn Childern dalam tiga plot yang nantinya akan saling terkait satu sama lain. Plot pertama bercerita tentang pasangan muda, Tri (Somchai Khemklad) dan Pim (Pitchanart Sakakorn) yang tengah diganggu oleh arwah seorang anak kecil yang selalu menampakan wujud pada Yaimai, anak semata wayang mereka. Plot kedua berkisah tentang sepasang remaja yang tengah dimabuk asmara. Hingga pihak perempuan hamil dan meminta pertanggung jawaban. Sayangnya sang pria terlihat tidak menginginkan anak itu. Hingga keputusan satu-satunya ialah dengan cara aborsi. Plot terakhir bertumpu pada sesosok wanita (Arisara Tongborisuth) yang terus dihantui ketakutan secara berlebihan pada sesuatu.

Pada ending film terdapat sekilas ceramah yang menandakan film ini dibuat dengan tujuan memberi sesuatu pelajaran bagi para pelakon aborsi ilegal tersebut. Namun sayangnya, porsi yang diberikan oleh Arnon kepada penonton terlihat repetitif seiring berjalannya durasi. Trust me, kalian akan dibuat untuk tidak ambil pusing dengan sajian konflik yang ada. Bahkan tak akan peduli dengan pesan yang disampaikan akibat kelemahan cerita, eksekusi yang seala-kadarnya, pun dengan akting yang makin ada-ada saja.

At least sebagai horor dengan niat ceramah sekaligus menghantui, The Unborn Child telah gagal melaksanakan tugasnya. Parahnya lewat durasi yang cuma 90 menit itu, kita akan dibuat tertidur bahkan ketika 10 menit film baru saja dimulai. Too suck to be true? Banget! Sepertinya sineas Thailand mulai kehilangan taji untuk menakut-nakuti kita. Terlebih lagi Poj Arnon yang sebelumnya dikenal lewat Bangkok Love Story yang fenomenal itu, menyuguhkan nuansa kengerian dengan efek animasi mistis yang terlampau kasar. Intinya, forget it. Don’t waste yor time guys.

Nilai 0/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa abis baca artikel, berbagi komentarnya ya ^^